PLTA Kayan Dibangun, Investasinya Sentuh Rp 340 Triliun

Konstruksi PLTA Kayan diperkirakan akan rampung dalam kurun waktu 20 sampai 25 tahun.

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sungai Kayan, Kalimanta Utara akan segera dibangun pada akhir tahun 2019. Investor PLTA Kayan yakni PT Kayan Hidro Energi (KHE) optimis bahwa pihaknya akan dapat melaksanakan pembangunan pada akhir tahun 2019.

“Kita sudah prepare kajian dan kesiapan dari hulu sampai hilir, akhir tahun ini kita rencanakan mulai konstruksi,” papar Direktur Operasional PT (KHE) Khaerony di Jakarta, Rabu (21/8/2019) seperti dikutip dari kontan.co.id.

Minim insfratruktur, biaya investasi PLTA Kayan jadi mahal

Gambar PLTA/ilustrasi (Priskop.com)

Proyek pembangkit listrik berbasis tenaga hidro yang akan dibangun di Sungai Kayan digadang-gadang bakal menjadi PLTA terbesar di Indonesia dan mampu menghasilkan energi listrik sebesar 9.000 megawatt (MW).

Proyek tersebut akan didirikan diatas tanah seluas 12.000 hektare. Untuk konstruksinya sendiri akan dibagi dalam lima tahap.

Tahap pertama akan dibangun PLTA Kayan 1 dengan kapasitas 900 MW. Dilanjutkat dengan PLTA Kayan tahap 2 dengan kapasitas 1.200 MW. Untuk PLTA Kayan 3 dan 4 akan dibangun dengan kapasitas masing-masing 1.800 WM. Dan terahkir PLTA Kayan 5 dengan kapasitas paling besar yakni 3.200 MW.

Secara keseluruhan, konstruksi dari 5 PLTA tersebut akan memakan waktu hingga 20 sampai 25 tahun. Kendati demikian, listrik yang diproduksi oleh PLTA Kayan 1 sudah dapat dipergunakan pada tahun 2025.

“COD itu, Kayan 1 itu 2025. Target itu selesai lima cascade itu sekitar 20 tahun, 25 tahun. 2025 itu kayan 1 sudah bisa COD dan dipakai listriknya,” papar Khaerony.

Dari segi investasi, pembangunan PLTA Kayan diperkiran akan menghabiskan dana hingga 24,3 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Pasalnya, pihak investor harus melakukan pembangunan insfratruktur penunjang terlebih dahulu untuk dapat membangun PLTA.

Lebih rinci lagi, Khaerony mengatakan setiap pembangkit akan memiliki nilai investasi yang beragam. Namun, untuk biaya per MW-nya diperkirakan akan menghabiskan dana sekitar 2,3-2,7 juta dolar AS.

“Investasinya 2,3-2,7 juta dolar AS per MW. Kenapa mahal? Karena akses ke lokasi butuh ekstra, termasuk jadi cost tersebut,” papar khaerony.

Jika total kapasitas yang dihasilkan oleh PLTA Kayan adalah 9.000 MW, maka pembangunan PLTA Kayan secara keseluruhan akan menghabiskan dana sekitar 20,7-24,3 miliar dolar AS atau senilai Rp 289,8 triliun-Rp340,2 triliun. dengan asumsi satu dolar AS dibanderol Rp 14.000,-.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *